Bukan seorang puitis, hanya seorang yang hobi menulis. Sebuah tulisan sederhana tak berarti semua fakta.
Rabu, 21 Februari 2018
Janji awan pada Hujan
Aku mencintaimu, bagian mana yang tidak kamu mengerti? biar aku jelaskan disini
Aku ingin mencintaimu.
ingin mencintaimu Lebih besar dari sabar.
aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu
sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa.
kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah
kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar
ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku
kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang.
kau mencintaiku dengan hati, kau menatap mataku karena rasa
kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan
kau berbeda. kau istimewa.
bersamamu saja, aku yakin selamanya.
karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati
aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan
apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan
ada yang lebih dari itu.
yaitu, hati dan kesetiaanmu.
bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’?
bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna
sebenarnya aku hanya perlu satu saja?
aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap.
kau, adalah tempat terbaik untuk berbagi seperti awan yang setia pada hujan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Janji awan pada Hujan
Aku mencintaimu, bagian mana yang tidak kamu mengerti? biar aku jelaskan disini Aku ingin mencintaimu. ingin mencintaimu Lebih besar ...
-
Letjend Ahmad Yunus Mokoginta: Sebuah Catatan Melawan Lupa 15 Januari 2014 Donald Qomaidiansyah Tungkagi Oleh: Donald Qomaidiansyah ...
-
DEWAN PELAJAR MAHASISWA DUMOGA BOLAANG MONGONDOW “Disinilah kita mengenal proses untuk menggapai nilai sukses, bagaimana itu kec...