Rabu, 21 Februari 2018

Janji awan pada Hujan




Aku mencintaimu, bagian mana yang tidak kamu mengerti? biar aku jelaskan disini
Aku ingin mencintaimu.
ingin mencintaimu Lebih besar dari sabar. 
aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu
sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa.
kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah
kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar
ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku
kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang.
kau mencintaiku dengan hati, kau menatap mataku karena rasa
kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan
kau berbeda. kau istimewa.
bersamamu saja, aku yakin selamanya.
karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati
aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan
apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan
ada yang lebih dari itu.
yaitu, hati dan kesetiaanmu.
bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’?
bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna
sebenarnya aku hanya perlu satu saja?
aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap.
kau, adalah tempat terbaik untuk berbagi seperti awan yang setia pada hujan.

Senin, 09 Oktober 2017

DERMAGA-BM

DEWAN PELAJAR MAHASISWA DUMOGA
BOLAANG MONGONDOW




“Disinilah kita mengenal proses untuk menggapai nilai sukses, bagaimana itu kecerdasan intelektual  bagaimana itu kecerdasan spritual, bicara mentalitas kita tuntas tapi bicara intelektualitas kita masi terbatas, karna memang belajar itu tidak punya batas, tapi ketika berhenti sejenak belajar, berarti kita sepakat bahwa kita manusia yang tidak tuntas.”


    DERMAGA-BM (Dewan Pelajar Mahaiswa Dumoga-Bolaang Mongondow) sebuah wadah intelektual,wadah persaudaraan dan wadah kebudayaan  serta pemersatu dari anak rantau yg berasal dari Bolaaang Mongondow khususnya yg ada di dataran Dumoga Bersatu (Dumoga moloben). Organisasi ini menganut filosofi sebuah tempat berlabuhnya serta tempat persinggahan yang dimana menerima siapapun dan tidak memilih dari manapun. Karna berdasarkan wilayah Dumoga bersatu yang terdiri dari beragam etnis dan beragam agama maka sebut saja miniatur Indonesia (Indonesia mini).  Dengan ini penulis berpendapat bahwa Dumoga moloben adalah sebuah pelanginya Bolaang Mongondow.

      Organisasi ini menggunakan kata DEWAN dengan penjabaran artinya majelis atau badan yang terdiri dari beberapa orang yang pekerjaannya memberikan nasehat dan pertimbangan, adapun orang-orang yang di utus sebagai majelis hanyalah tokoh terpilih pada waktu itu, diantaranya sebagai berikut : 

Gatot Tajeb, Mohamad Mokoagow, Jhein Thaib, Min Mokoginta, Kadri Hadju, Abdusallam Bonde dan Ridwan Tahir

Kemudian kata sifat kedua dan ketiga menggunakan kata PELAJAR dan MAHASISWA bicara pelajar dan mahasiswa, harusnya kita sadar bahwa kita adalah kaum intelektual, yang berarti harus melahirkan ide-ide yang positif serta harus mampu menciptakan perubahan untuk diri sendiri dan NKRI.
kata ke empat kata tempat DUMOGA dalam pendefinisian arkeologi adalah sebuah tanah peradaban sejarah Bolaang Mongondow (Lipu’ ki no latangan indu’ku) yang artinya adalah sebuah tanah kelahiran orang-orang dahulu yang di leluhurkan.


DERMAGA-BM lahir dari rahim tokoh-tokoh yang menginginkan perubahan untuk negara, daerah , dan desa.  Pada tanggal 23 Juni 2007 organisasi ini telah berhasil berdiri sebagai benteng pencerahan, dan di deklarasikan nanti ketika 23 Juli 2007 sebagai gerbang perubahan.Tak terasa organisasi ini sudah mencapai 1 DKD, kini sudah banyak melahirkan kader-kader yang militan walaupun tak semua lahir secara normal, tapi ada sebagian kader yang lahir secara prematur, dampak dari ke-prematuran ini karna tidak tergodok secara utuh dari mental dan intelektual,  sehingganya maksud dari penulis prematur yaitu kader yang tidak paham nilai dan tujuan organisasi, dan apakah alumni dari kader DERMAGA-BM yang sudah kembali ke daerah masi meneruskan misi dari organisasi ataukah kembali ke kepentingan individu, apakah hanya sampai disini tujuan kita. DERMAGA-BM apakah kita akan meneruskan sejarah atau menciptakan sejarah yang baru, bukankah surga itu indah kalau di dalam surga itu berjama’ah.



Salam Persaudaraan








Jumat, 11 Agustus 2017

PUISI NEGERI





Bolaang Mongondow,
Gumalangit dan  Tendeduata,
Tumotoibokol serta Tumotoibokat orang yg di leluhurkan …
Adalah manusia pertamamu..
asal mula masyarakatmu.....
mendiami gunung Huntuk..
Keturunanmu makin lama makin banyak.....
Tudu ini Lombagin, Buntalo, Pondoli, Ginolantungan di Timur
Tudu in Pasi, Tudu in Lolayan, Tudu in Sia’, Tudu in Bumbungon, Mahag dan Siniow di pedalaman
Bogani, memimpin kelompok keluargamu....
Lingkit, Damoluwo, Pongayow, Dondo, Simbonan, Binongkuyu, Mogedag, Amalie dan Inalie....bogani kuat, berani, cerdas serta bijaksana
Pogogutat,  popotolu adi menjadi spirit masyarakat dan pemimpinmu....

Bolaang Mogondow,
Mokodoludut Punu pertamamu....
Katanya, lahir dari seekor burung Doedoek
Bogani Amalie dan Inalie orang tua angkatnya
Bumbungon tempat kelahirannya
Baunia isterinya, Jajubangkai anaknya

Bolaang Mongondow,
Engkau mempersembahkan Punu2 perkasa......
Kinalang, Busisi, Makalalo, Mokodompit dan Mokoagow
Tadohe, Punumu yang membuat Perjanjian dengan rakyatnya
Dodandian Paloko bo Kinalang orang menyebutnya
Kesepakatan rakyat dan pemimpinnya....
Untuk saling menghormati, menghargai dan  memanusiakan
Tudu in Bakid sebagai saksinya


Bolaang Mongondow,
Masa Tadohe adalah masa pencerahanmu
Kira-kira tahun 1600an kejadiannya
engkau mengenal aturan-aturan adat
Aimbu, Totampit, Lolibag, Logantod, Bondit, Detei-detei identitasmu
Masyarakatmu dibagi dalam golongan2....
Mododatu, Tompunuon, Kohongian, Simpal, Nonow golongannya
Abo dan bua untuk golongan mododatu
Abo dan bai untuk golongan kohongian
Masa engkau menghadirkan Sadaha Tompunuon.....
sebagai penghubung Punu dan Rakyatmu
Masa engkau mengenal Komalig sebagai pusat pemerintahan
Masa engkau mengenal padi, jagung dan kelapa
Masa orang2 Spanyol mengunjungimu

Bolaang Mongondow,
Engkau mempunyai Datu yang perkasa
Loloda Mokoagow disebutnya....
Datu Binangkang dan Raja Manado dijulukinya....
Bolaang, Amurang, Manado, Likupang, Kema adalah wilayahmu
Bantik, Ponosakan, Ratahan dan Tonsawang juga adalah totabuan-mu
Ternate, Tagulandang dan Sangir  sungguh menghormatimu
Zamanmu, dikenal surat dan dokumen.....
Masamu, Antony van Voorst mengunjungi Manado, tahun 1665
Zamanmu, Gubernur Padtbrugge mendarat di Bolaang, tahun 1681
dan membumihanguskan lipu Solimandungan....
Zamanmu,  kamu tolak kontrak dengan Belanda, 10 Januari 1679 ...
yaitu pengambilalihan wilayah Manado oleh Kompeni.....
Datumu tidak setuju dengan Belanda
malah berkompromi dengan Spanyol dan Makassar......
Masamu, rakyat Malesung kau perangi......
Pasan, Ratahan, Ponosakan, Tonsawang dan Bantik....taklukanmu



Kamis, 10 Agustus 2017

Srikandi

Sosok Srikandi Dumoga (Lipu’ in mogoguyang)





Sosok srikandi muda, dikenal sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) orator handal, pendobrak, feminis islam, semua itu lekat dengan sosok utat (saudari)  Sintiani Mamonto. bobay (Wanita) berdarah Mongondow yang dilahirkan di Bumi Totabuan pada 17 April 1995, dua hari sebelum pengeboman di kota Oklahoma. Nampak dunia menyambutnya dengan kekacauan sebagai tanda perjuangan terus-menerus kaum tertindas.

Baginya perempuan adalah sebuah nilai bukan hanya sebatas dapur, kasur dan sumur. Perempuan adalah bagian dari perubahan, penumpas kezoliman, penegak keadilan. Sejarah mencatat banyak perempuan yang hadir sebagai penggerak perlawanan terhadap kaum penjajah. Sebut saja Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, R. A Kartini dan masih banyak lagi perempuan yang membuktikan eksistensinya sebagai bagian dari perjuangan menggapai kemerdekaan.

Melihat kondisi hari ini, sedikitnya sosok perempuan yang berani mengambil bagian dari jalannya pemerintahan, Utatku (saudariku) ini, dengan berani tampil sebagai sosok yang mampu merubah paradigma tentang “pemimpin seharusnya laki-laki, perempuan tidak ada kaitannya dengan kepemimpinan” menjadi “Laki-laki, perempuan mempunyai hak yang sama”.






Hal ini dibuktikan dengan pencalonannya sebagai Presiden Mahasiswa di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dengan menggaet putri Bolango dari Bolaang Mongondow selatan sebagai wakilnya. Hal ini menunjukkan bahwa utat (saudari) Sintiani Mamonto ingin membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin. Bukan hanya sekedar dipimpin. Juga dengan terpilihya utat (saudari) Sintiani Mamonto sebagai Ketua Umum (DERMAGA-BM) Dewan Pelajar Mahasiswa Dumoga Bolaang Mongondow.

Bagaimanapun juga, utat (saudari) Sintiani Mamonto. Tidak pernah usang dalam keperempuanan. Perjuangan seorang perempuan yang menginginkan kesetaraan, sesuatu yang juga diperjuangkan Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, R. A Kartini dan bnyak perempuan lain di Indonesia. Saya kurang tahu betul, apakah di zaman sekarang, hal ini masih relevan. Dimana seorang perempuan diperlakukan lebih rendah dari laki-laki. Misalnya, dalam pendidikan dan dalam pernikahan. Dua hal yang memang banyak menjadi konsern kita belakangan ini.

Seperti kata Khudori, ada yang nature dan nurture (lupa istilahnya). Nature, perempuan itu melahirkan, mengalami datang bulan,dan sbagainya. Inilah yang disebut kodrat. Pendidikan, kesetaraan, pernikahan itu adalah sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang bisa diperjuangkan. Termasuk dalam kisah hubungan muda-mudi. Tidak perlu terjerat paradigma "cowok harus duluan mengungkapkan" dan sebagainya. Alih-alih bahagia, kebanyakan kisah yang saya dengar berakhir kepada penyesalan yang tak kunjung selesai sepertinya.

Namun ketahuilah

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja


Srikandi-srikandi Islam akan selalu ada di setiap masa.Tak terbatas tempat tak terbatas waktu. Catatan yang anda baca saat ini bukanlah sebuah karya biografi, namun catatan ini bercerita tentang potret saya terhadap utat (saudari) sapaan hari-hari sintia. Di dalam catatan ini terdapat “bumbu-bumbu” sejarah dan analisa yang di harapkan bisa menambah wawasan dan kepribadian kita semua.

Akhir kata, wanita tidak dijajah pria sejak dulu, namun sejak dulu, Islam yang di bawakan Nabi Muhammad SAW telah memuliakan wanita.







Jumat, 04 Agustus 2017

Kain putih biru

Di Balik PANJI
Tersimpan BUKTI



Ternyata selama ini, tanpa kusadari sosok putri bernama yessi, bersuku mongondow berdarah pribumi menyimpan sebuah misteri dalam organisasi, aku juluki dia sebagai permaisuri. Berawal dari kisah organisasi yang tadinya aku mengawalnya agar ingin jadi pemateri, tanpa ku pungkiri aku jatuh hati dan akhirnya tercapai menjadi kekasih.
Berbicara tentang kekasih pastinya bukan hanya pakai akal tapi harus pakai hati, meminjam kata dari seorang sufi.
Bukan ingin bermimpi tapi sosok kekasih yang berdarah pribumi ini saya mau bisa menjadi istri, agar mimpi-mimpi ini bisa menjadi pelangi, itu harapan dari seorang diri , namun aku harus lebih teliti memahami apa dibalik misteri dalam organisasi. Apakah hanya skedar janji atau akankah ada cinta sejati ?
Sejauh ini aku masih bertanya-tanya pada diri ? ya Allah Ya Robbi tunjukkan bukti dari kisah selama ini, dari hal-hal yang telah kami lewati,
Ya Robbi tolong jangan jadikan dia kekasih yang hanya datang dan pergi, aku ingin dia tetap disini menemani hari hari sepi. Serta mengisi hari-hari yang telah kulalui.

Jangan pergi-pergi yah yesii …


Jumat, 14 April 2017

                      
                         Tetralogi Sulawesi 


Lembayung senja sejak tadi mengembang. Warnanya perak hingga tampak berkilau, berpadu dengan garis-garis biru yang bersemu. “terimakasih tuan gumalangit, amanah yang tuan sampaikan telah kami terima dengan sukacita. Persaudaraan Sulawesi adalah harga mati. Sejak ribuan tahun lalu, para leluhur telah menggariskan. Pasang surut badai kehidupan, tidak akan memutuskan persatuan Sulawesi. Segala salah faham serumit apapun pasti bisa diselesaikan. Kami tahu, ini tidaklah mudah. Sekarang pun telah terasa. Kami bisa menghitung seratus kemungkinan buruk akan dihadapi oleh anak cucu kita nanti. Tapi itulah yang telah digariskan oleh pencipta. Sekali lagi terimakasih. Adakah pesan tambahan yang ingin tuan sampaikan?” semua orang yang duduk meliingkar terdiam. Bahkan untuk berbatuk pun dibuat sehalus mungkin. Pemuda yang dipanggil gumalangit, duduk bersimpuh dengan kedua tangan saling menopang.  Ia mengerti sedang berada dinegeri selatan. Negeri dimana adat istiadat berlaku dengan sangat keras, tetapi juga diliputi oleh budi pekerti sangat lemah lembut. Pekan lalu ia masih berada di kesultanan buton, sebelum bertemu dengan para tetua tolaki. Menumpang kapal saudagar bugis, ia merapat diteluk bone. Lalu dari sana ia terus menyisir pantai selatan hingga tiba dipelabuhan Makassar.
-------------“kami akan mengingat anak cucu diseantero lipu’ mongondow, lipu’ u hulontalo, wanua minaesa, dan banua nusa utara, bahwa saudara-saudara kami di seluruh jazirah tana rigalla’ tana ri ‘abbusungi bersetia kata pada perjanjian Sulawesi satu. ------------<<dialog utusan negeri utara dengan tetua negeri selatan, tentang kesepahaman Sulawesi satu>>





Setelah mereka menyusun huruf B dan M ternyata tertemukan zona Bolaang Mongondow. Titik tempat bertemunya corak agraris dan maritim pada satu wilayah. Sebuah rahasia penting terungkap dari rangkaian kata Bitung, buton, bulukumba, bajo, bone, bantaeng, bolaang, bone bolango, banggae, banggai, banggaiba, bonehau, baras, bintauna, bawakaraeng, bambapuang, dengan rangkuman kata M: minahasa, mongondow, manganitu, miangas, Makassar, mandar, manado, makale, malili, massenrengpulu, rupanya terkait dengan sandi huruf BA dan MIM. Ba adalah huruf tentang awal kelahiran sedang MIM adalah kematian. Ini pasangan hidup mati. Langit akhirnya mengerti, bahwa

Sulawesi adalah huruf LAM ALIF TERBALIK.






Janji awan pada Hujan

Aku mencintaimu, bagian mana yang tidak kamu mengerti? biar aku jelaskan disini Aku ingin mencintaimu. ingin mencintaimu Lebih besar ...