Jumat, 11 Agustus 2017

PUISI NEGERI





Bolaang Mongondow,
Gumalangit dan  Tendeduata,
Tumotoibokol serta Tumotoibokat orang yg di leluhurkan …
Adalah manusia pertamamu..
asal mula masyarakatmu.....
mendiami gunung Huntuk..
Keturunanmu makin lama makin banyak.....
Tudu ini Lombagin, Buntalo, Pondoli, Ginolantungan di Timur
Tudu in Pasi, Tudu in Lolayan, Tudu in Sia’, Tudu in Bumbungon, Mahag dan Siniow di pedalaman
Bogani, memimpin kelompok keluargamu....
Lingkit, Damoluwo, Pongayow, Dondo, Simbonan, Binongkuyu, Mogedag, Amalie dan Inalie....bogani kuat, berani, cerdas serta bijaksana
Pogogutat,  popotolu adi menjadi spirit masyarakat dan pemimpinmu....

Bolaang Mogondow,
Mokodoludut Punu pertamamu....
Katanya, lahir dari seekor burung Doedoek
Bogani Amalie dan Inalie orang tua angkatnya
Bumbungon tempat kelahirannya
Baunia isterinya, Jajubangkai anaknya

Bolaang Mongondow,
Engkau mempersembahkan Punu2 perkasa......
Kinalang, Busisi, Makalalo, Mokodompit dan Mokoagow
Tadohe, Punumu yang membuat Perjanjian dengan rakyatnya
Dodandian Paloko bo Kinalang orang menyebutnya
Kesepakatan rakyat dan pemimpinnya....
Untuk saling menghormati, menghargai dan  memanusiakan
Tudu in Bakid sebagai saksinya


Bolaang Mongondow,
Masa Tadohe adalah masa pencerahanmu
Kira-kira tahun 1600an kejadiannya
engkau mengenal aturan-aturan adat
Aimbu, Totampit, Lolibag, Logantod, Bondit, Detei-detei identitasmu
Masyarakatmu dibagi dalam golongan2....
Mododatu, Tompunuon, Kohongian, Simpal, Nonow golongannya
Abo dan bua untuk golongan mododatu
Abo dan bai untuk golongan kohongian
Masa engkau menghadirkan Sadaha Tompunuon.....
sebagai penghubung Punu dan Rakyatmu
Masa engkau mengenal Komalig sebagai pusat pemerintahan
Masa engkau mengenal padi, jagung dan kelapa
Masa orang2 Spanyol mengunjungimu

Bolaang Mongondow,
Engkau mempunyai Datu yang perkasa
Loloda Mokoagow disebutnya....
Datu Binangkang dan Raja Manado dijulukinya....
Bolaang, Amurang, Manado, Likupang, Kema adalah wilayahmu
Bantik, Ponosakan, Ratahan dan Tonsawang juga adalah totabuan-mu
Ternate, Tagulandang dan Sangir  sungguh menghormatimu
Zamanmu, dikenal surat dan dokumen.....
Masamu, Antony van Voorst mengunjungi Manado, tahun 1665
Zamanmu, Gubernur Padtbrugge mendarat di Bolaang, tahun 1681
dan membumihanguskan lipu Solimandungan....
Zamanmu,  kamu tolak kontrak dengan Belanda, 10 Januari 1679 ...
yaitu pengambilalihan wilayah Manado oleh Kompeni.....
Datumu tidak setuju dengan Belanda
malah berkompromi dengan Spanyol dan Makassar......
Masamu, rakyat Malesung kau perangi......
Pasan, Ratahan, Ponosakan, Tonsawang dan Bantik....taklukanmu



Kamis, 10 Agustus 2017

Srikandi

Sosok Srikandi Dumoga (Lipu’ in mogoguyang)





Sosok srikandi muda, dikenal sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) orator handal, pendobrak, feminis islam, semua itu lekat dengan sosok utat (saudari)  Sintiani Mamonto. bobay (Wanita) berdarah Mongondow yang dilahirkan di Bumi Totabuan pada 17 April 1995, dua hari sebelum pengeboman di kota Oklahoma. Nampak dunia menyambutnya dengan kekacauan sebagai tanda perjuangan terus-menerus kaum tertindas.

Baginya perempuan adalah sebuah nilai bukan hanya sebatas dapur, kasur dan sumur. Perempuan adalah bagian dari perubahan, penumpas kezoliman, penegak keadilan. Sejarah mencatat banyak perempuan yang hadir sebagai penggerak perlawanan terhadap kaum penjajah. Sebut saja Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, R. A Kartini dan masih banyak lagi perempuan yang membuktikan eksistensinya sebagai bagian dari perjuangan menggapai kemerdekaan.

Melihat kondisi hari ini, sedikitnya sosok perempuan yang berani mengambil bagian dari jalannya pemerintahan, Utatku (saudariku) ini, dengan berani tampil sebagai sosok yang mampu merubah paradigma tentang “pemimpin seharusnya laki-laki, perempuan tidak ada kaitannya dengan kepemimpinan” menjadi “Laki-laki, perempuan mempunyai hak yang sama”.






Hal ini dibuktikan dengan pencalonannya sebagai Presiden Mahasiswa di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dengan menggaet putri Bolango dari Bolaang Mongondow selatan sebagai wakilnya. Hal ini menunjukkan bahwa utat (saudari) Sintiani Mamonto ingin membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin. Bukan hanya sekedar dipimpin. Juga dengan terpilihya utat (saudari) Sintiani Mamonto sebagai Ketua Umum (DERMAGA-BM) Dewan Pelajar Mahasiswa Dumoga Bolaang Mongondow.

Bagaimanapun juga, utat (saudari) Sintiani Mamonto. Tidak pernah usang dalam keperempuanan. Perjuangan seorang perempuan yang menginginkan kesetaraan, sesuatu yang juga diperjuangkan Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, R. A Kartini dan bnyak perempuan lain di Indonesia. Saya kurang tahu betul, apakah di zaman sekarang, hal ini masih relevan. Dimana seorang perempuan diperlakukan lebih rendah dari laki-laki. Misalnya, dalam pendidikan dan dalam pernikahan. Dua hal yang memang banyak menjadi konsern kita belakangan ini.

Seperti kata Khudori, ada yang nature dan nurture (lupa istilahnya). Nature, perempuan itu melahirkan, mengalami datang bulan,dan sbagainya. Inilah yang disebut kodrat. Pendidikan, kesetaraan, pernikahan itu adalah sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang bisa diperjuangkan. Termasuk dalam kisah hubungan muda-mudi. Tidak perlu terjerat paradigma "cowok harus duluan mengungkapkan" dan sebagainya. Alih-alih bahagia, kebanyakan kisah yang saya dengar berakhir kepada penyesalan yang tak kunjung selesai sepertinya.

Namun ketahuilah

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja


Srikandi-srikandi Islam akan selalu ada di setiap masa.Tak terbatas tempat tak terbatas waktu. Catatan yang anda baca saat ini bukanlah sebuah karya biografi, namun catatan ini bercerita tentang potret saya terhadap utat (saudari) sapaan hari-hari sintia. Di dalam catatan ini terdapat “bumbu-bumbu” sejarah dan analisa yang di harapkan bisa menambah wawasan dan kepribadian kita semua.

Akhir kata, wanita tidak dijajah pria sejak dulu, namun sejak dulu, Islam yang di bawakan Nabi Muhammad SAW telah memuliakan wanita.







Jumat, 04 Agustus 2017

Kain putih biru

Di Balik PANJI
Tersimpan BUKTI



Ternyata selama ini, tanpa kusadari sosok putri bernama yessi, bersuku mongondow berdarah pribumi menyimpan sebuah misteri dalam organisasi, aku juluki dia sebagai permaisuri. Berawal dari kisah organisasi yang tadinya aku mengawalnya agar ingin jadi pemateri, tanpa ku pungkiri aku jatuh hati dan akhirnya tercapai menjadi kekasih.
Berbicara tentang kekasih pastinya bukan hanya pakai akal tapi harus pakai hati, meminjam kata dari seorang sufi.
Bukan ingin bermimpi tapi sosok kekasih yang berdarah pribumi ini saya mau bisa menjadi istri, agar mimpi-mimpi ini bisa menjadi pelangi, itu harapan dari seorang diri , namun aku harus lebih teliti memahami apa dibalik misteri dalam organisasi. Apakah hanya skedar janji atau akankah ada cinta sejati ?
Sejauh ini aku masih bertanya-tanya pada diri ? ya Allah Ya Robbi tunjukkan bukti dari kisah selama ini, dari hal-hal yang telah kami lewati,
Ya Robbi tolong jangan jadikan dia kekasih yang hanya datang dan pergi, aku ingin dia tetap disini menemani hari hari sepi. Serta mengisi hari-hari yang telah kulalui.

Jangan pergi-pergi yah yesii …


Janji awan pada Hujan

Aku mencintaimu, bagian mana yang tidak kamu mengerti? biar aku jelaskan disini Aku ingin mencintaimu. ingin mencintaimu Lebih besar ...