ESAI-ESAI POGOGUTAT DIA’ KO UTAT
| CATATAN REALITAS |
“ kamu punya ruang dalam hatimu untuk merasakan hati kaum dhuafa , sehingga hatimu sedih , getir , terimpit seribu gunung , sementara orang-orang pandai sibuk dengan kesibukan mereka , orang kaya sibuk menghisab kekayaan dan orang alim sibuk dengan kesyaduhannya. Tuhan tidak bertanya padamu apakah kamu mampu menolong kaum dhuafa atau tidak , tapi Tuhan melihat apakah kamu mencintai orang lemah atau tidak”
POGOGUTAT DIA’ KO UTAT
Siapa sih yang tidak mau hidup dalam kebaikan, kasih sayang dan saling merindukan. Harkat dan martabat manusia selaku mahkluk sosial adalah mahluk yang saling membutuhkan satu sama lain (Simbiosis) semua pasti butuh ketenangan, menyayangi dan disayangi oleh alam sekitar kita. Sebagai mahluk sosial yang mendiami suatu tempat tentunya kita tidak lepas dari kearifan local yang dimaksud adalah budaya atau icon suatu daerah, setiap nilai-nilai daerah yang tumbuh pada waktu itu, tidak muncul dengan sendirinya seperti membalikkan telapak tangan atau cukup dengan mengucapkan abra kadabra seperti dalam peragaan acrobat kemudian tumbuh begitu saja, tentunya tidak seperti itu. Namun munculnya suatu proses budaya, merupakan suatu proses alamiah. Budaya adalah hasil karya masyarakat guna membedakan antara masyarkat satu dengan lainnya atau cirri khas masyarakat suatu daerah yang dijadikan sebagai landasan kehidupan sehari-hari, contohnya dalam kehidupan masyarakat TOTABUAN budaya “Pogogutat” artinya persaudaraan yang tertanam sejak dahulu dan ini merupakan salah satu dari banyak budaya peninggalan nenek moyang yang masih tersisa di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang plural. Tentunya dengan demikian budaya sengaja dilahirkan oleh para pendahulu dengan satu harapan kelak dikemudian hari anak cucu atau komunitas suatu masyarakat punya cirri khas tersendiri serta merupakan symbol kekeluargaan yang melekat secara ikatan emosional pada diri setiap individu dan menjadi nilai dasar dalam diri seorang. Namun seiring waktu berjalan, dari masa ke masa lamban laun nilai-nilai budaya perlahan memudar dalam kehidupan. Misalnya dalam masyarakat Bolaang Mongondow dikenal dengan kultur pogogutat yaitu budaya kekeluargaan, dimana sikap dan kesadaran gotong royong yang tinggi mewarnai sendi-sendi kehidupan masyarakat TOTABUAN pada umumnya karena selain budaya POGOGUTAT masyarakat Bolaang Mongondow dibekali dengan prinsip dasar Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban sebagai pandangan hidup.
Pogogutat dibarengi dengan prinsip dasar Mototompiaan, Mototabian, Mototanoban merupakan suatu kesempurnaan kultur yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan Humanis dan ISLAMI artinya bahwa adat pogogutat (persaudaraan) serta MOTO BOL-MONG adalah salah satu inti dari ajaran ISLAM yaitu hubungan sesama manusia (Habluminanas). Jadi sebelum Islam dan agama-agama lain masuk di daerah Bolaang Mongondow sudah jauh sebelumnya mengamalkan nilai-nilai ISLAMI, secara tidak langsung mereka sudah beragama tetapi belum dikatan ISLAM atau agama lain melainkan sebuah Hidayah (Tauhid) yaitu petunjuk yang turun dari langit melalui perantara para kekasih Allah atau wali Allah dimuka bumi.
Jika adat POGOGUTAT dan MOTO BOL-MONG mengandung nilai-nilai kemanusiaan (humanis) dan islami yang sempat menjadi gaya hidup serta semboyan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mongondow dahulu kala, maka pertanyaannya siapakah mereka sebenarnya yang menjadi wakil TUHAN dimuka bumi TOTABUAN untuk menyebarkan paham atau ahlak kemanusiaan dan Islami di tengah-tengah kehidupan masyarakat dahulu yang belum pernah terjamah pendidikan ? Tidak lain mereka adalah para leluhur kita yaitu BOGANI TOTABUAN, maka dengan ini penulis berpendapat bahwa BOGANI yang kita kenal selama ini adalah kekasih ALLAH atau wali ALLAH di bumi TOTABUAN artinya dengan alasan bahwa ditengah kehidupan bahwa masyarakat dahulu yang belum pernah terjamah pendidikan formal maka hadirlah sosok seorang yang membawa buah pikir dapat menyelamatkan dan kedamaian umat manusia khususnya masyarakat Bolaang Mongondow. Hal ini menandakan bahwa dari sekian masyarakat pada waktu itu tentunya tidaklah semuanya diangkat menjadi pembawa risallah, diantara komunitas atau kelompok itu pasti ada salah stau diantara mereka yang dianggap pantas dan mampu memberikan pencerahan yaitu BOGANI.
Namun meskipun mulianya budaya pogogutat dan Moto Bolaang Mongondow yang diwariskan oleh Allah SWT, Bogani kepada kita semua, tanpa ditopang kesadaran intelektual dan kesadaran spiritual maka sesungguhnya kita tidak akan pernah mencapai atau menjiwai nilai-nilai kemanusiaan yang luhur itu. Artinya bahwa masyarakat Bolaang Mongondow itu harus punya kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual agar mampu memujudkan budaya Pogogutat dan melaksanakan semboyan hidup Moto-tompiaan, Moto-tabian, Bo Moto-tanoban karena sesungguhnya inilah hakikat atau sebenarnya perubahan yang selama ini dicita-citakan yaitu perubahan yang dimulai dari dalam diri (Islah Diri) maju dan mundurnya suatu bangsa pada dasarnya diawali dengan pembangunan diri atau pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) maka konsep Pogogutat, dan Mototompiaan, Mototabian, Mototanoban, adalah salah satu jalan yang pantas bagi masyarakat Totabuan untuk mengawali pembangunan fisik (material) menuju Bolaang Mongondow maju mandiri dan berwibawa dimata dunia. Sebab bagaimanapun lajunya pembangunan suatu daerah jika masih banyak masyarakat yang kelaparan, putus sekolah, dan kemaksiatan meraja lela disana-sini maka sesungguhnya kita sama halnya tidak pernah melakukan perubahan dan telah keluar dari warga Bolaang Mongondow karena gagal memegang amanah leluhur TOTABUAN, Bolaang Mongondow adalah salah satu daerah yang subur, dari tanah yang sejenis bisah menghasilkan ribuan hasil bumi tapi ironisnya masi banyak kelaparan ditengah-tengah penggalan surga, masi banyak yang putus sekolah ditengah-tengah hamparan emas dan masi banyak kemaksiatan ditengah-tengah para ulama (pendeta) dan cendikia. Ini adalah potret kehidupan Bolaang Mongondow, dimana sikaya perpesta fora dan simiskin menjerit hidup memintah dan menerima, banyak yang putus sekolah sementara yang lain beli mobil mewah dan banyak kemaksiatan sementara Ulama hanya tidur diwaktu shalat. Inilah yang saya maksud POGOGUTAT DIA’ KO UTAT tidak ada lagi rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama yang ada hanyalah kepentingan pribadi.
Pogogutat dia’ ko utat artinya persaudaraan tetapi tidak pernah melakukan hal-hal yang menunjukkan adanya ikatan persaudaraan, hal ini jelas dalam tatanan kehidupan masyarakat dewasa ini. Sikaya makin kaya dan simiskin makin miskin padahal adalah tetangga sikaya, si penguasa makin berkuasa sementara yang dikuasai adalah rakyatnya dan ulama sibuk memikirkan surga sementara umat fakir dalam spiritual. Inikah yang dinamakan POGOGUTAT “ MOTOTOMPIAAN, MOTOTABIAN, BO MOTOTANOBAN ’’ ….. ?
Naonda don ka’asi in Pogogutat, Mototompiaan, Mototabian , Bo Mototanoban naton komintan ?
N E G E R I
YANG TERLUPAKAN
BOLAANG
MONGONDOW RAYA adalah RAKSASA besar yang sedang tidur ,
Tapi
sayang RAKSASA itu terlalu lama tidur karna sengaja dinina bobokan
Dan
dihipnotis oleh keadaan
Mungkin
sudah saatnya RAKSASA ini bangun untuk kembali
Membakar
semangat generasi-generasi penerus
Sadaha
yambat dan Sangadi eman
TUNDUK
TERTINDAS BANGKIT MELAWAN
KARNA
DIAM ADALAH SEBUAH PENGHIANATAN
YANG
TIDAK ADA DALAM SEJARAH PERJUANGAN KAUM MUDA INDONESIA
LAWAN
LAWAN LAWAN DAN MENANG
HIDUP
ADALAH PERJUANGAN , TIAP-TIAP PERJUANGAN
MEMERLUKAN
PENGORBANAN
DAN
TIAP-TIAP PENGORBANAN MEMBAWA
KEBAHAGIAAN
Mungkin
utat-utat masi ingat kalimat itu dan sudah saatnya pula kalimat itu
Kembali
di GAUNGKAN di NEGERI
TERKOYAK
( TOTABUAN) ini
MARI
BUNG REBUT KEMBALI
Salam
Motobatu’
Dari Putra Bol-Mong (Mukti Ali
Mokogimta)
K e r e s a h a n
Kenapa begitu terasa jauh dirimu TUHAN jika setiap pemikir-pemikir dari zaman pangan yahudi , kristen ,Islam, filosof, mistikus , reformis memperkenalkan diri-Mu melalui teori-teori dari mereka begitu membuatku keliru memahami tentang keberadaan-Mu
Memahami diri-Mu dengan caraku mungkin juga salah akal perasaan dan jiwa seperti terbatasi oleh kelemahan diriku yang begitu kerdil dihadapan-Mu setiap indraku tak mampu menangkap keberadaan-Mu kenapa Tuhan apa engkau begitu indah , perkasa , sempurnah , melalui prasangka dan gagasan manusia hingga Engkau begit terbatasi oleh kalimat manusia yang tak bermakna setiap gerakku nafasku seperti robot yang diciptakan manusia lalu diatur sesuka diri-Mu yang menguasai hidup dan matiku
Jika ku berbuat salah atau berprasangka buruk dan baik begitu juga diri-Mu berarti begitukah diri-Mu bersikap tak konsisten seperti manusia yang bersikap seenaknya
Engkau dalam pemikiran manusia seperti pemahaman sifatnya jika manusia marah Engkau juga bisa marah , apa bedahya Engkau dengan yang Engkau ciptakan , aku tak berprasangka buruk tentang diri-Mu , aku tak berpikir Engkau seperti cara manusia bertindak , aku tak mau menyamakan engkau seperti yang telah manusia persepsikan dalam pemahaman akal, hati , san jiwa manusia
Akupun tak mau berfikir seperti orang-orang Atheisme yang menyangkal keberadaan-Mu dan kehadiran-Mu dalam hidup. Manusia mereka hanya berprasangka buruk tentang diri-Mu tentang apa yang mereka tangkap melalui pemahaman indra mereka yang terbatas.
Jika keyakinan tentang diri-Mu salah , biarkan aku tak peduli Tuhan bahkan , soal neraka , surga , siksa kubur , hari pembangkitan adalah suatu kepastian bukan itu yang aku gelisahkan namun kekeliruan mengartikan dan memaknai tentang diri-Mu yang salah menafsirkan makna yang sesungguhnya akan menjauhkan diriku dari diri-Mu yang sesungguhnya
C A H A Y A
di NEGERI rantau
Bangunlah
Bangkitlah
Jangan menyerah
Jangan putus asa
Semangat
Sabar
Berdo’alah
Minta kepada-NyA
(22-02-2016)
“ Tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu untuk memulai sesuatu yang baru , tetapi kita semua bisa memulai untuk sesuatu yang baru sekarang ,
Untuk memperoleh sebuah kesimpulan baru”
JANGAN BERKATA AKU TIDAK PUNYA WAKTU
“ sekarang mulailah untuk melengkapi lukisan barumu. Pikirkan tentang lukisan besar yang akan kamu lihat di hari trakhir hidupmu . pikirkan betapa mengerikannya jika suatu bagian saja dari lukisan itu hilang karena apa yang telah kamu lakukan hari ini ”
WAKTU ADALAH PINTU
Aku pernah mendengar bahwa rentang waktu dalam sehari bagi seorang yang berhasil adalah 25 jam dan rentan waktu dalam sehari untuk seorang yang gagal adalah 23 jam . caramu untuk menjalani bukanlah masalah yang besar pada akhirnya , yang penting adalah bagaimana caramu untuk menghabiskan waktu 24 jam yang kamu miliki
PERBAIKI MANAJEMEN WAKTU MU
Membaca dari pada main games
Membaca koran dari pada menjelajahi internet
Menonton film dari pada menonton Tv
Berfikir dari pada berkhayal
Berdiskusi dari pada bergosip
Berjalan-jalan dari pada bermain golf
Berolahraga dari pada berdiet
Berendam dari pada pergi ke saung
Tidur siang dari pada bangun kesiangan
Minum air putih untuk meningkatkan mood dari pada mabuk-mabukan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar